Cerita Ngewe Bokep Guru Enaknya Ngulum Penis Ngaceng

Belajar Seks Penis Ngacengku Di kulum Guru Sange

Posted on

Cerita Ngewe Bokep Guru Enaknya Ngulum Penis Ngaceng, Cerita Ngeseks Guru Agresif, Cerita Panas Penis Ngaceng, Cerita Sange Jilat Memek Guru, Cerita Ngentot Memek Guru Sange

Cerita Ngewe Bokep Guru Enaknya Ngulum Penis Ngaceng

Ngulum Penis Ngaceng – Saya harus bisa lulus dengan nilai bagus agar bisa masuk sekolah SMA Unggulan, saat konsentrasi terfokus, tiba-tiba saya diberi pengenalan banyak mengenai seks dan membuat konsentrasi saya agak buyar, saya sangat kecewa dengan nilai-nilai yang turun, dan wali kelas saya memanggil saya karena nilai saya sangat merosot.

WarungMesum

Kemudian dipanggil ke ruang BP (Bimbingan Penyuluhan) untuk membantu saya. Saya hanya menjawab bahwa saya rindu orang tua di Bengkulu karena sudah lebih dari dua tahun tidak bertemu.

Mereka berusaha menghibur dan meyemangati saya. Mereka juga setuju bahwa untuk mengembalikan konsentrasi saya, beberapa guru dari beberapa mata pelajaran utama akan memberi saya pelajaran pribadi selama sebulan.

Setiap hari dari usai sekolah sampai sore hari saya harus belajar secara pribadi di sekolah atau di rumah masing-masing guru. Tapi karena siang hari sekolah sepi, akhirnya saya harus pergi ke rumah guru. Saya ingat ketika saya harus belajar secara pribadi untuk mengikuti perlombaan pelajar teladan. Aku ingat sama Tina.

BACA JUGA:
Cerita Seks Nikmatnya Ngaceng Memek Gadis Di Bus Yang Sange

Siang itu adalah jadwal belajar pribadi Bahasa Indonesia, ini adalah pelajaran pribadi yang ketiga kalinya saya datang ke rumah Ibu Yani. Biasanya Pak Yogi, suami Ibu Yani membuka pintu, tapi kali ini Ibu Yani sendiri membuka pintu dan kami belajar pribadi di ruang tamu.

Setelah selesai biasanya Pak Yogi menemani dan kami mengobrol sebentar dan Pak Yogi juga memberiku semangat. Tapi kali ini dia tidak keluar untuk menemuiku.

“Bapak Kemana Bu? Sakit?”, Tanyaku
“Tadi Pagi dengan temannya ada urusan berbisnis ke Bandung. Bapak mengatakan urusan bisnis sampai sore hari berlangsung kembali lagi, setidaknya sekitar jam 7 atau jam 8 ke rumah,” kata Ibu Yani.

“Jar, kalau menurut ibu, konsentrasi kamu hilang karena masalah cewek”, Ibu Yani membuka topik pembicaraan. Saya  diam dan tidak menjawab.

“Ibu lihat kamu dulu dekat dengan Tina dan menurut ibu cukup dekat. Ibu tahu dari wajah dan bahasa tubuh serta gerak gerikmu,” Ibu Yani mencoba memancing. Aku masih diam.

“Ada lagi, ingat saat kamu dan teman sekolahmu membantu menyiapkan pernikahan ibu di rumah orang tua ibu?” Tanya Bu Yani.
“Ya, kita sampai harus menginap semalaman”, jawabku
“kamu dan anak laki-laki tidur di bale di luar dekat tenda. Di sana ibu melihat kamu berbeda,” katanya. Saya tercengang dan ingin mendengar penjelasannya. Cerita Dewasa Terbaru

“Tidak seperti anak-anak lain, kamu tidur dengan sarung dan dibalik sarung kamu tidak memakai celana atau celana dalam”. Sebelum sempat bertanya, Ibu Yani sudah melanjutkan, “Malam itu ibu beberapa kali Ibu keluar, ibu melihat kamu seperti bermimpi dan ibu melihat dibalik sarungmu sudah ngaceng penismu.

Lalu fajar hari ibu keluar lagi, dan ibu melihat lagi-lagi penismu ngaceng dan sarungmu basah. Kamu bermimpi basah Jadi ibu menganggap masalahmu adalah masalah wanita “, Kata Ibu menyimpulkan.

“Bagaimana Ibu bisa tahu jika saya ngaceng?” saya bertanya
“Sebenarnya, ibu juga terkejut, karena sangat besar ukuran penis sampai terlihat jelas. Ibu Lihat kamu tidak pernah memakai celana dalam, ini berarti kamu sudah tahu banyak tentang seks, pernahkah kamu berhubungan seks dengan Tina? Atau seseorang?” , Bu Yani bertanya. Aku menggelengkan kepala.

“Kalau begitu, jenis pengalaman seks apa yang kamu rasakan”, Ibu Yani menurunkan suaranya. Dari awal nada bicara bu Yani memang tidak dipaksakan, tapi berusaha menjadi teman.

Ragu2, saya mulai menceritakan pengalaman saya bersama Ceu Kokom sampai Soraya, dan saya mengetahui seks itu melalui film porno. Bu Yani menghibur saya, bahwa ketika masih sekolah Bu Yani juga sering menonton film porno, dia juga beberapa kali menonton film porno bersama sekelompok gadis.

Tapi pengalamannya dengan beberapa pria hanya untuk mencium kening dan pipinya. Sedangkan pengalaman seks hanya dengan suaminya, dan itu juga tidak sepanas film porno.

Kudengar Ibu Yani adalah seorang guru primadona, karena wajahnya tampak seperti paramita rusady dan perawakannya cukup tinggi dan langsing. Apalagi dia selalu rapi, segar dan murah senyum. Banyak pria mencoba mendekatinya dan beberapa di antaranya sudah dekat dengannya biarpun hanya sementara waktu. Dia memutuskan untuk memilih Pak Yogi, seorang perjaka insinyur teknik pria tampan, dan menikah beberapa bulan yang lalu.

Ibu Yani bercerita tentang adegan film porno yang pernah dia lihat. Ceritanya terbuka dan vulgar, membuat saya tidak nyaman tapi sekaligus terangsang, jadi tanpa dicegah, penisku ngaceng. Meskipun saya berada dalam posisi duduk, tapi lekuk penis ngaceng saya terlihat di celana saya.

“Berdirilah,” kata Ibu Yani. Aku ragu-ragu dan malu karena penisku sedang ngaceng, tapi Ibu Yani membantuku berdiri.
“kamu benar-benar tidak pernah memakai celana dalam, jadi kalau ngaceng bisa terlihat,” katanya. Lalu menarik diriku pindah dari ruang tamu ke ruang makan. Dia duduk di kursi makan sementara aku berdiri di sampingnya.

Lalu ia melanjutkan adegan di film porno. Yang membuat saya kaget dan deg2an adalah sambil bercerita, tangannya menggosok celana hanya di bagian penis ngaceng saya. Saya bingung akhirnya memutuskan untuk menikmati belaian tangan Ibu Yani. Menutup mataku  dan sedikit mendesah.

Lagi menikmati sentuhan, tiba-tiba Ibu Yani menarik celana saya ke bawah dan secara refleks saya menutup penisku dengan tangan saya. Dengan perlahan dan lembut Bu Yani singkirkan tanganku yang menutup penisku. Sejenak dia melihat penisku dan mengukurnya dengan jengkalan. Lalu dibelainya penisku.

“Bagus kamu,  Masih kecil tapi burungnya besar”, katanya.

Lalu ia melanjutkan cerita adegan film porno lagi, sambil memberi contoh. Saat diceritakan tentang adegan wanita mencium penis si cowok, Ibu Yani juga mencium penisku Lalu … diemut!. Ahh … aku heran, jutaan rasa berkecamuk.

Inilah pertama kalinya kontolku diemut. Ibu Yani guruku yang seorang primadonna itu mengemut penisku. Lalu dia memasukkan penisku lebih dalam ke mulutnya. Ditarik keluar dan menaruh penisku di mulutnya. Lagi dan lagi.

Lama juga Ibu Yani menikmati penisku. Capek berdiri, aku berbaring, dan Ibu Yani masih tidak ingin melepaskan penisku dari mulutnya, dia mengemut penisku sambil berbaring. Aku melihat belahan dadanya, lalu tanganku menyentuh menyusup ke BH dan membelai susunya. Ibu Yani mendekatkan susunya untuk mempermudah aku  menjangkau dengan tanganku.

Ibu Yani  melanjutkan ceritanya kembali dan makin bersemangat untuk bermain penisku. Aku menggeser tubuhku jadi kepalaku lebih dekat ke pinggulnya. Aku membuka roknya, dan melorotkan celana dalamnya. Bu Yani membantu membuka roknya dan melepaskan celana dalamnya sendiri, sambil tetap emut penisku. Wow, vaginanya tebal dengan bulu berbulu tebal. Kisah seks terbaru

Aku mengangkat wajahku di dekat vaginanya, Bu Yani dengan sadar membuka kakinya sehingga vaginanya yang terlihat jelas. pemandangan ini tidak kusia-siakan, Tanganku langsung membelai bulu vaginanya. Saya membuka bibir vaginanya dan ini adalah pertama kalinya saya melihat bagian dalam vagina. Ada itil dan ada lubang.

Sesuai dengan cerita Ibu Yani tentang adegan berikutnya, saya memainkan itilnya dengan jari saya. Ibu Yani menggelinjang. Lalu jemariku memainkan lubang vaginanya.  Anehnya, saya mencoba mengikuti jalan kisah cerita Ibu Yani untuk mencium vaginanya.

Saat aku cium, sejenak Ibu Yani berhenti emut penisku. Lalu aku cium kembali, aku membuka bibir vaginanya dan itilnya kujilati dengan lidahku. Ahh .. Bu Yani mendesah dan meremas penisku dengan kuat, lalu mengemut dan kocok penisku dengan mulut dan tanganya. Ibu Yani berhenti bercerita dan menikmati permainan kami.

Setelah itil, kujilati juga semua bagian vaginanya dan lubang vaginanya. Rasanya aneh, saya ingin meludah. Akhirnya aku hanya mencium bagian luar vaginanya. Cukup lama saya menikmati mencium dan menjilati vagina.

Selanjutnya saya arahkan jari saya ke lubang vagina. Aku memasukkan jari saya ke dalam. Ibu Yani mendesah lagi. Di dalam vagina Bu Yani saya merasa ada gundukan kecil. Di dalam, jemariku sepertinya dipijat oleh vaginanya. Saya keluar masukkan jari saya ke dalam vaginanya Ibu Yani, Ibu Yani bergoyang-goyang. Aku terus melanjutkan sampai Ibu Yani mengejang. Sepertinya dia sudah sampai puncak nikmat.

Adegan ini membuat saya semakin terangsang. Setelah beberapa saat, saya merasa penisku akan mengeluarkan air mani. Aku menarik napas lebih keras, Ibu Yani dengan cepat mengocok penisku. Dan akhirnya …. Aaahhh, air mani saya keluar. Ibu Yani belum siap, jadi beberapa air mani saya masuk ke mulut dan bagian wajah dan matanya.

Aku berbaring lemas dengan wajah yang masih mencium vagina Ibu Yani. Ibu Yani juga tergulai lemas dengan kepala di pahaku dan mencium penisku mulai meloyo. Tak lama kemudian ia mengambil lap untuk membersihkan air mani dan cairan vagina yang tumpah di lantai. Lalu dia menuntunku ke kamar mandi untuk membersihkan diri.

Saya menyiram dan membersihkan penis dan sekitar selangkangan. Ibu Yani mengambil handuk dan kemudian ikut masuk ke kamar mandi untuk membersihkan diri juag. Ternyata Bu Yani bahkan melepas bajunya dan BH serta celana dalamnya menjadi telanjang. Tak disangka ternyata bodi Bu Yani mulus, dengan warna kulit khas orang Sunda. Susunya tidak terlalu besar, tapi putingnya cukup panjang, mungkin hampir 1cm. Ibu Yani berusia 22 tahun dan baru saja menikah dengan Pak Yogi beberapa bulan yang lalu.

“Jika Anda habis ngentot, sebaiknya mandi,” jelasnya. Saya mengikuti sarannya dan melepaskan semua pakaian dan mandi bersama.

Ibu Yani membantu saya mandi dan dia sabuni badanku dari atas. cukup lama dia sabuni penisku, sambil di gosok gosok saat menggosoknya. Dia bilang biar bersih, tapi penisku ngaceng lagi, dan dia tersenyum. Lalu dia memintaku untuk menyabuninya. Saya juga sabun Bu Yani dari atas ke bawah, dan sengaja berlama2 sambil menyabuni susunya. Bukan hanya menyabet tapi meremas susu dan memainkan putingnya. Yani tersenyum.

Begitu juga saat sabuni vaginanya, saya bermain itilnya. Setelah menyiram badan untuk menghilangkan sabun, saya melihat susu itu sangat menantang. Saya beranikan untuk mengisap susu. bergilir kiri dan kanan

Saya semakin ngaceng lagi, dan saya dekatkan penis ngacengku ke pantat dari belakang. Lalu kubalikan tubuh Ibu Yani

dan menempelkan penis ke vaginanya dari depan. Kugesek2an dan kami berciuman. Permainan ini membuatku ingin mencoba memasukkan penis ke vagina. Kupegang penisku dan kuarahkan ke vaginanya.

“Jangan ya.. ibu belum hamil. Ibu ingin punya anak dari Pak Yogi”, katanya lembut.
“Digesek2 gini saja” katanya sambil mempercepat gerak pinggulnya.

Kelihatannya Bu Yani menikmati gesekan penisku divaginanya, dia mendesah2 hingga erangan panjang menandai bahwa ia telah mencapai puncaknya. Bu Yani lemas dan merebahkan kepalanya dipundakku. Sedangkan aku terus menggesek2an penisku.

Bu Yani terduduk lemas di kamar mandi, sekaYanin kurebahkan dia dan kuciumi seluruh tubuhnya. Dan kembali aku menciumi dan memainkan vaginanya. Jilatan di vagina membuat Bu Yani terangsang kembali dan mendesah2 memegangi kepalaku untuk dibenamkan ke selangkangannya.

“Sudah dulu ya.. terus cepat mandinya. Sebentar lagi Pak Yogi pulang”, tiba2 Bu Yani menghentikan permainan kami karena ingat suaminya segera datang.

Tanggung penisku sudah ngaceng, aku merangkak menindih tubuh Bu Yani, “aku mau keluar Bu”, kataku memohon, Bu Yani tersenyum mengangguk. Lalu kogoyang2 pantatku menekan selangkangannya. Sementara tangan Bu Yani memposisikan dan menjaga penisku agar tidak masuk ke lubang vaginanya. Cukup lama aku bergoyang.

Bu Yani yang tadinya pasrah menunggu aku keluar akhirnya menikmati lagi. Aku mempercepat goyangan dan akhirnya maniku meledak keluar di perutnya.

Kelihatannya Bu Yani juga akan memuncak, kedua tangannya memegang erat pinggulkan sambil menggoyang2kan pinggulnya dan menggesek2 vaginanya ke kelaminku. Sampai akhirnya iapun mencapai puncak dan kami terkulai lemas di kamar mandi.

“Aku.. tiga.. kali..sama..kamu..”, kata Bu Yani dengan napas terengah2. Maksudnya tiga kali mencapai puncak.

Tanpa istirahat, Bu Yani langsung mandi. Sedangkan aku membersihkan penisku dulu. Saat akan membersihkan, aku melihat penisku basah diselimuti cairan, tapi bukan maniku, tapi seperti cairan vagina.

Aku kaget, apakah saat gesekan terakhir saat Bu Yani memuncak, tanpa sadar dan tanpa terasa penisku masuk ke vaginanya. Aku memandang Bu Yani yang sedang mandi, diapun melihatku memperhatikan penisku. Dia hanya tersenyum penuh arti dan meneruskan mandi.

Kami selesai sebelum Pak Yogi pulang. Saat pamitan aku ucapkan terimakasih kepada Bu Yani. Diapun mengucapkan terimakasih dan berharap kejadian ini menambah semangat dan konsentrasi belajarku.

Setelah hari itu, aku masih 4 kali lagi les privat di rumah Bu Yani. Tetapi tidak ada kesempatan untuk mengulang menciumi vagina Bu Yani, karena Pak Yogi selalu ada di rumah. Paling2 saat tahu Pak Yogi mandi atau ke warung, kami memanfaatkan waktu yang sebentar itu untuk saling meraba dan mencium vagina dan penis.

Bu Yani, guru bahasa indonesiaku memberiku pengalaman pertama penisku diemut dan juga pengalaman pertama menciumi dan memainkan vagina.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *