Cerita Seks Terbaru Memek Janda Gatal Dikentot ABG

Janda Binal Yang Gatal

Posted on

Cerita Seks Terbaru Memek Janda Gatal Dikentot ABG,Cerita Mesum ABG Sange,Cerita Sex Janda Mesum,Cerita Janda Memek Gatal,Cerita Ngewek Tante Janda Hot

Cerita Seks Terbaru Memek Janda Gatal Dikentot ABG

Cersex Janda Terbaru – Layla baru berusia 29 tahun, tapi sudah menjanda Suaminya mati dalam sebuah kecelakaan bus, meninggalkannya sendirian dengan tiga orang anak yang masih kecil-kecil Hidupnya jadi susah, karena itulah ia pulang ke desa untuk hidup bersama kedua orang tuanya

WarungMesum

Menjadi seorang janda bukan berarti sudah tidak menginginkan sex lagi Itu salah Buktinya, Layla masih saja menginginkannya, apalagi sudah lama ia tidak mendapatkannya Memeknya jadi gatal, tapi ia harus sekuat tenaga menahannya Sebagai seorang wanita yang baik, ia tidak boleh terlalu vulgar mengumbar nafsu birahi nya

Di desa, Layla memelihara ayam Dia juga mempunyai sebuah kolam ikan peninggalan almarhum suaminya serta beberepa petak sawah dan sedikit ladang kering Sehari-hari ia sibuk mengurusnya, lumayan untuk sedikit mengalihkan perhatiannya

Sehari-hari, ia akrab dengan seorang anak pengangon kambing yang sesekali suka mengusilinya Namanya Yadi, usianya baru 17 tahun Selain usil, Yadi juga suka bicara seenaknya Mulanya Layla risih juga mendengar perkataannya yang tak senonoh itu

Tapi setelah memperhatikan, ternyata anak itu hanya berkata jorok bila mereka berdua saja, dan semua kata-katanya tidak sampai terdengar keluar Hanya mereka berdua yang tahu Itu membuat Layla yakin kalau Yadi adalah anak yang pintar menjaga rahasia

Sampai akhirnya, terjadilah peristiwa itu…

Hari sudah beranjak sore ketika Layla berniat untuk mandi Itu adalah rutinitasnya seperti biasa, tapi entah mengapa, sore itu ia merasa tidak enak hati, seperti ada yang membuatnya deg-degan Perasaannya jadi tidak menentu, naluri kewanitaannya mengatakan bakal ada sesuatu yang terjadi Entah itu baik ataupun buruk

Dan benar saja, saat mau menyirami tubuh telanjangnya yang sudah disabuni, tiba-tiba ia dikejutkan oleh sepasang mata yang mengintip penasaran dari balik dinding gedek Seperti umumnya kamar mandi di desa, kamar mandi Layla juga cuma ditutup gedeg atau anyaman bambu sebagai sekatnya Siapapun yang berniat mengintip akan dengan mudah melihat dari celah dinding bambu Dan sore ini, Yadi melakukannya Ya, Layla sangat hafal sekali, itu adalah sepasang mata milik si bocah

” Yadi, ngapain kamu?!” tanya Layla dari dalam

“Ya, ini aku, Budhe…” jawab Yadi enteng tanpa merasa bersalah sedikitpun Ia malah tersenyum lebar karena sudah berhasil mengintip tubuh montok Layla yang sehari-hari tertutup jubah panjang dan jilbab lebar Memang, tidak semua orang bisa seberuntung dirinya saat ini

Dalam hati, Layla membatin, ”Nakal sekali anak ini, harus aku kasih pelajaran!” Dan pelajaran yang cocok untuk anak semacam Yadi adalah… Layla akan membiarkan bocah kecil itu terus mengintip tubuhnya! Rasain, biar saja dia jadi puyeng karena melihat seluruh tubuhnya Layla tidak peduli Salah sendiri jadi anak kok nakal banget

Pura-pura tidak terjadi apa-apa, Layla meneruskan acara mandinya Sambil mengguyur tubuh montoknya yang masih penuh busa sabun, ia sedikit meliuk-liukkan tubuhnya, memamerkan bokong dan tetek besar nya yang bulat montok pada Yadi Tersenyum dalam hati, Layla memperhatikan betapa Yadi terdiam dan terkagum-kagum memandanginya Bocah itu melotot dengan air liur hampir menetes keluar

Jangankan Yadi yang baru beranjak gede, orang-orang di pasar saja suka usil bila melihat Layla Mereka suka mencolek dan menggodanya kala Layla menjual telur bebek ke salah satu kios langganannya Dengan kemolekan tubuhnya, Layla dengan cepat menjadi idola para pedagang telur di pasar inpres

Tapi untunglah, dengan dandanannya yang alim dan sopan, sampai saat ini belum ada yang berani berbuat macam-macam kepada dirinya Dan Layla berharap, semoga selamanya juga tidak ada Dia ingin menjalani hidupnya di desa ini dengan tenang Layla tidak ingin mencari masalah

Setelah tubuhnya bersih, Layla mengambil handuk yang ada di cantolan baju Pelan dia mengusap sisa-sisa air yang masih menempel di tubuh montoknya Diperhatikannya Yadi yang masih tetap setia mengintip dari celah dinding Layla tersenyum, ia berniat untuk unjuk diri sekali lagi

Entah kenapa, menghadapi Yadi yang usil, sisi liar Layla jadi bergejolak seperti ini Padahal biasanya ia cukup teliti menjaga aurat, buktinya ia selalu mengenakan baju panjang dan jilbab kalau keluar rumah Layla tidak ingin ada yang menikmati lekuk tubuh montoknya secara gratis

Menghadap persis ke arah Yadi, Layla mulai beraksi Sedikit membusungkan dada, ia mulai meremas-remas kedua bukit kembarnya berulang kali, membuat benda yang masih kelihatan padat meski sudah digunakan menyusui 3 orang bayi itu semakin terlihat indah Layla juga memilin-milin putingnya yang mungil kecoklatan, yang kelihatan sangat kontras dengan kulit tubuhnya yang putih mulus

Tak berhenti sampai di situ, tangan Layla turun ke bawah dan mulai mengusap-usap bibir vaginanya Dia mencolokkan dua jarinya ke dalam dan mulai mengocoknya dengan begitu lembut Di luar, Yadi menegang dan terpana saat melihat Layla yang mulai bermasturbasi di depan matanya

Adegan itu terus berlangsung selama beberapa menit sampai akhirnya Layla menjerit keenakan tak lama kemudian Dari memeknya memancar air bening yang amat deras Yadi tak berkedip memandanginya, bahkan ia terlihat semakin menempelkan matanya di dinding kamar mandi agar bisa melihat lebih jelas lagi

Terengah-engah penuh kepuasan, Layla mengguyur tubuhnya Ia mandi sekali lagi Dilihatnya Yadi masih setia mengintip apapun yang ia lakukan Layla segera menegurnya ”Sudah, Di. Sudah tidak ada yang bisa dilihat ” katanya begitu acara mandi sore itu selesai

Tidak mendengar jawaban, Layla menebak kalau Yadi sudah pergi Hari sudah mulai gelap hingga ia tidak bisa melihat ke antara celah dinding kamar mandi Layla segera mengenakan baju panjangnya kembali dan berjalan keluar menuju rumah

***

Hari masih pagi ketika Layla pergi ke sawah untuk melihat bebek-bebeknya Saat itu dia membawa beberapa buah singkong goreng sebagai bekal Setelah memastikan bebeknya tidak ada yang hilang dan selesai memberi makan mereka, Layla pergi ke gubuk di tengah sawah untuk beristirahat

Saat sedang asyik memakan bekalnya, dilihatnya Yadi datang mendekat ”Hmm, mau apa bocah nakal itu sekarang?” batin Layla dalam hati Dilihat dari cengirannya yang usil, sepertinya Yadi tidak merasa bersalah dengan peristiwa kemarin

”Pagi, Budhe… habis ngasih makan bebek ya?” tanyanya

”Iya,” Layla mengangguk ”Mana kambingmu?” ia bertanya Tidak biasanya Yadi pergi sendirian ke sawah tanpa dibuntuti kambing-kambingnya

”Sudah dibawa bapak ke bukit sana,” Yadi menunjuk bukit kecil yang ada di sebelah kiri mereka

”Kemarin kamu mengintip Budhe ya, kenapa?” tanya Layla saat Yadi sudah duduk di sebelahnya

”Yadi suka nglihat tetek besar Budhe yang gede,” jawab Yadi enteng

Layla memperhatikan tetek besar nya Memang benar, meski tertutup baju panjang dan jilbab lebar, benda itu terlihat sangat bulat dan menggiurkan Anak sekecil Yadi aja tahu kalau tetek besar Layla begitu montok dan besar Bocah itu tidak salah ”Selain tetek besar Budhe, kamu mau lihat apa lagi?” pancing Layla, entah kenapa dia jadi bertanya seperti ini

“Ya… apalagi kalau bukan tempeknya Budhe,” kata Yadi seenaknya Yang dimaksud dengan tempek adalah kemaluan wanita, alias vagina

“Kamu masih kecil, tapi sudah gatal,” Layla nyeletuk Meski tahu kalau Yadi sedikit nakal, dia tetap sayang kepada bocah itu karena Yadi suka membantunya kalau Layla lagi sibuk di sawah sendirian Semua penduduk desa tahu kalau mereka sangat dekat dan akrab Tapi tak seorang yang tahu kalau Yadi suka ngomong jorok dan seenaknya

”Tempek Budhe kemarin gatal ya, kok sampe digaruk segala?” tanya Yadi mengenai masturbasi Layla

Layla tersenyum lebar, ”Bukan gatal, Budhe cuma pengen kencing aja ” dia mengarang alasan

”Perasaan, kalau ibuku kencing nggak sampai seperti itu deh,” sahut Yadi

”Kamu pernah melihat ibumu kencing?” tanya Layla tak percaya, benar-benar sudah kelewatan bocah satu ini

”Nggak ngeliat langsung, cuman nggak sengaja saat ibu jongkok di kebun belakang ” jelas Yadi

”Dasar kamu ya,” Layla mengacak-acak rambut bocah itu ”Eh, kalau ngintip ibumu mandi, pernah nggak?” tanya Layla, tiba-tiba saja terlintas pikiran itu di otaknya yang tertutup jilbab

Yadi mengangguk ”Iya, pernah ”

“Gimana tetek ibumu, gede kan?” tanya Layla penasaran Dia memang pernah sekali melihat ibu Yadi sedang mandi di sungai, dan menurutnya tubuh perempuan itu cukup menarik juga meski wajahnya tidak cantik-cantik amat

Yadi terdiam membayangkan, ”Lumayan sih, tapi tetep lebih gede punya Budhe,” jawabnya sesaat kemudian

Layla tertawa mendengarnya ”Itu karena usia ibumu sudah tua, jadi teteknya kendor Coba kalau seusia Budhe, pasti ukurannya bakal sama ”

Yadi menggeleng, ”Nggak, masih lebih bagus punya tetek besar Budhe ”

Layla tertawa lagi “Trus, emang kenapa kalau lebih bagus punya Budhe? Kamu mau ngapain?” tantangnya

Yadi tersipu malu, ”Ya nggak apa-apa sih Yadi cuma pingin pegang tetek besar, pingin hisap, pingin remas-remas!” kata bocah itu sekenanya

“Ah, kamu ini… dasar anak kecil!” Layla kembali mengacak-acak rambut gondrong Yadi

“Kecil apanya? Nih Budhe lihat!” tanpa disangka oleh Layla, Yadi tiba-tiba berdiri dan memelorotkan celananya

”Yadi!” pekik Layla saat melihat kontol Yadi yang sudah ngaceng keras Walau bulunya masih sangat sedikit, tapi benda itu tampak begitu mempesona Bagi seorang wanita yang haus akan sentuhan seperti Layla, melihat kontol tepat di depan matanya seperti sekarang, tak urung dengan cepat membuat darahnya berdesir ”Gila Anak umur tujuh belas tahun, tapi kontolnya sudah mirip orang dewasa,” batin Layla dalam hati

“Gimana, besar kan, Budhe?” tanya Yadi bangga sambil semakin memamerkan penisnya

“Ya, lumayan juga ” Layla tak sanggup memalingkan mukanya dari benda coklat panjang itu

”Kok cuma lumayan, ini kan sudah gede banget ” protes Yadi tidak terima

”Memang gede sih, tapi kan belum pernah dipakai Mana bisa tahu kuat apa nggak?” pancing Layla lebih nakal lagi

“Dipakai buat ngentot ya, Budhe?” tanya Yadi polos

Layla mengangguk mengiyakan ”Iya, kamu sudah pernah ngentot belum? Aku yakin belum!” yakin Layla

Yadi tersipu malu, “Aku kepingin ngentot, Budhe, tapi bagaimana?” tanyanya bingung

”Bukan bagaimana, tapi sama siapa! Kalau soal cara ngentot sih, Budhe bisa ngajarin ” tawar Layla

Yadi langsung menyeringai lebar mendengarnya, ”Ya betul! Kenapa nggak sama Budhe aja?” kata Yadi ceplas-ceplos

“Gila kamu! Ngajarin kan bisa lewat tulisan atau cerita, nggak perlu harus ngentot langsung ” kilah Layla

“Ayolah, Budhe Masak cuma lewat tulisan, nggak seru dong!” kata Yadi

Layla diam tidak menjawab Dia tampak berpikir keras Sebagai seorang wanita berjilbab, ia tidak boleh melakukannya Tapi di sisi lain, hati kecilnya tidak bisa dibohongi Pembicaraan ini telah memancing nafsu birahi nya Ditambah dengan kontol Yadi yang besar, yang terus tersaji indah di depannya, membuat Layla jadi sangat kesulitan untuk menentukan sikap

Bebek-bebek terus bersuara di sekitar mereka, terkadang berenang kian kemari di air sawah yang baru saja dipanen Binatang berkaki selaput itu berebutan memakan biji padi yang masih banyak berserakan disana Sisanya yang tidak kebagian mencocorkan paruhnya ke pematang sawah, berharap mendapat cacing atau siput yang sedang sial

“Boleh ya, Budhe?” Yadi mendesak semakin berani

Layla menghela nafas Ia memandangi bocah kecil itu dan tersenyum, “Benar kamu mau tahu?” tanyanya penasaran dengan kemampuan Yadi

“Iya, Budhe Aku pengen sekali ngentot Apalagi dengan orang secantik Budhe, aku pingin sekali!!” seru Yadi penuh semangat

“Tapi kamu tidak boleh bercerita kepada siapapun juga Sumpah?” kata Layla serius
“Sumpah, Budhe Aku nggak bakal cerita sama siapapun ” Yadi menganggukkan kepalanya

Layla tersenyum dan kembali mengacak-acak rambut gondrong Yadi ”Sebentar ya,” dia melihat sekeliling, memastikan kalau mereka aman Gubuk itu berbentuk terbuka, dengan anyaman bambu yang menutupi hingga sebatas pundak Kalau mereka duduk, dari kejauhan, hanya kepala mereka yang terlihat Layla menyadari hal ini dan tersenyum Mereka bisa melakukannya!

Situasi juga sangat memungkinkan Hari yang masih pagi membuat para petani sibuk di sawah masing-masing Tidak akan ada yang melihat ke arah gubuk, atau bahkan mendatangi tempat dimana Yadi dan Layla sedang berada sekarang Ditambah suara ratusan bebek yang berkuek-kuek nyaring, itu bisa menyamarkan dengan baik suara desahan mereka saat ngentot nanti ”Sempurna!” Layla membatin dalam hati Dia kemudian berpaling kembali pada Yadi

“Kamu telentang di sini dan tetap pakai bajumu Kalau ada orang lewat, kamu cepat menaikkan kembali celanamu!” kata Layla memberi instruksi

Yadi segera mengikuti apa yang dianjurkan oleh perempuan cantik itu Dia tidur telentang dan celana melorot hingga sebatas paha, memperlihatkan burung besarnya yang mendongak gagah mencari mangsa Layla mengelus-elus burung Yadi sebentar sampai benda itu menjadi benar-benar keras Gila, ternyata kontol itu bisa membengkak sampai dua kali lipat, ukurannya juga menjadi sedikit lebih panjang Layla sampai geleng-geleng kepala dibuatnya

”Baru umur segini sudah begini gede, gimana kalau sudah besar nanti?” Layla membatin dalam hati, menyadari potensi pada diri Yadi sebagai pria perkasa

Tak tahan, Layla segera mengangkat baju panjangnya ke atas, ia menyingkapnya hingga ke pinggang Dibiarkannya Yadi mengelus-elus kulit pahanya yang putih mulus sebentar ”Kamu suka, Di?” tanyanya sambil melepaskan celana dalam Dengan nakal dipamerkannya lubang memeknya yang sempit pada bocah kecil itu

”S-suka… suka banget, Budhe!” sahut Yadi dengan mata nanar menatap gundukan memek Layla yang tersaji indah di depan hidungnya Dengan tangan gemetar ia mulai mengusap-usap dan memijitinya

”Isap, Di,” kata Layla sambil menggeser sedikit tubuhnya, ia menaruh belahan memeknya tepat di depan mulut si bocah kecil

Yadi dengan penasaran segera menjulurkan lidahnya Rasa memek Layla yang segar dan harum membuatnya suka, iapun menjilat dan menghisap benda itu dengan begitu rakus Yadi bahkan sampai membenamkan muka ke dalam lubangnya Ia bernafas disana

Layla yang menerimanya jadi kelojotan tak karuan Sudah lama ia tidak merasakan nafsu birahi yang seperti ini, dan begitu mendapatkannya, ternyata Yadi begitu pintar Gerakan lidahnya bagai orang yang sudah berpengalaman bertahun-tahun, padahal Layla tahu, ini juga saat pertama Yadi

”Ahh Terus, Di Yah, disitu… isep yang mungil itu Itu namanya itil, Di Enak banget kalau diisep! Oughhh!” Layla merintih tak karuan Tangannya menggapai-gapai untuk mencari pegangan agar tidak sampai ambruk karena saking nikmatnya Tapi yang ia temukan malah kontol besar Yadi Tak apalah, daripada tidak ada sama sekali Layla segera memeganginya dan mulai mengocoknya pelan

Yadi yang mendapat suntikan rangsangan dari Layla, melenguh pelan dan mulai menjilat semakin keras sekarang bukan lidahnya saja yang bekerja, tapi juga tangannya Yadi menyusupkan tangannya ke balik baju terusan Layla dan menyelipkannya di balik BH perempuan cantik itu Diremas-remas tetek besar Layla yang menggantung indah, yang selama ini selalu menjadi obsesinya dengan penuh nafsu

Ugh, benda itu terasa begitu empuk dan kenyal Ukurannya yang sangat besar membuat tangan mungil Yadi tidak bisa mencakup semuanya Dengan dua jari, Yadi menjepit dan memilin-milin putingnya yang terasa mengganjal Sebentar saja, benda itu sudah menjadi begitu kaku dan keras, sama dengan kontolnya yang kini mulai dijilat dan diciumi oleh Layla

Saling mengulum kemaluan, mereka kini berposisi 69 Layla di atas dan Yadi di bawah Melihat kontol Yadi yang menjadi kian keras dan panjang membuat Layla jadi tak tahan Maka sambil menyodorkan memeknya ke mulut mungil si bocah, ia pun mulai menunduk untuk mengulum dan menjilati batang penis Yadi

Yadi yang mendapat tambahan rangsangan dari Layla, memekik gembira Dengan penuh nafsu ia menjilat dan menghisap memek sempit si ibu muda, sementara kedua tangannya terus bergerilya meremas-remas gundukan tetek besar Layla yang sekarang menggantung indah di balik bajunya dan sudah tidak tertutup BH

Cukup lama mereka berada dalam posisi seperti itu sebelum akhirnya Layla bangkit dan mulai mengangkangi tubuh Yadi Menghadap lurus ke arah si bocah, Layla menaruh kedua lututnya di atas balai-balai gubuk yang terbuat dari bambu

Ditangkapnya burung Yadi yang sudah menyundul-nyundul tak sabar di depan pintu gerbang surganya, lalu dituntunnya benda itu agar segera memasukinya secara perlahan Memek Layla terasa sangat lengket dan basah, campuran antara cairan kewanitaannya yang merembes keluar dan air liur Yadi Layla terus menekan tubuhnya ke bawah saat batang penis Yadi sudah menyelinap masuk

”Oughhh…” Yadi merintih dengan nafsu birahi begitu merasakan kehangatan lubang memek Layla yang menyelimuti batang penisnya Lorongnya terasa begitu lembut dan hangat, juga sangat menggigit sekali hingga membuat Yadi yang doyan onani jadi merem melek keenakan

Sambil mengoyang perlahan-lahan, Layla berpura-pura lagi menjaga bebeknya Ketika ada seseorang lewat di pematang seberang, dia sengaja berteriak-teriak menghalau bebek-bebeknya Orang itu tersenyum dan menyapa Layla, ”Giat amat, Mbak Layla Pagi-pagi sudah ke sawah ”

Menahan desahannya, Layla tersenyum dan menjawab, ”Iya nih, Pak, oughhh… bebeknya nakal, ahh… suka nyosor ke sawah orang, ughh!”

Petani tua yang menyapanya memicingkan mata, ”Mbak Layla nggak apa-apa? Kok kayak kesakitan gitu?” tanyanya curiga

Layla kembali tersenyum, ”B-banyak semut, ehss… pada ngegigit kaki saya!”

Pak Tua tersenyum, ”Hati-hati, Mbak. Disini semutnya nakal-nakal, sukanya gigit wanita cantik ”

”I-iya, Pak, arghhh!” Layla memekik Saat itu, berbaring di bawah tubuhnya, Yadi menggenjot penisnya semakin keras Begitu kencangnya tusukan itu hingga beberapa kali kontolnya yang panjang menembus memek Layla hingga ke pangkal Layla jadi kelojotan dibuatnya Ia merasa sangat nikmat sekali

Tetap tersenyum, sambil geleng-geleng kepala, si Petani Tua pergi meninggalkan Layla Dia meneruskan langkah menuju ke sawahnya sendiri

”Eghh… Budhe!” Yadi memeluk kedua paha Layla dan menggoyang pinggulnya semakin cepat Dia juga merasa nikmatnya nafsu birahi, bahkan lebih nikmat daripada yang dirasakan Layla, mungkin karena ini adalah persetubuhan pertamanya

Setiap hari, setiap kali angon kambing, Yadi selalu berfantasi dan berbicara tentang kecantikan Layla dengan teman-temannya Bocah-bocah kecil itu ramai ngomongin betapa molek dan montok nya ibu muda itu Beberapa kali mereka saling menantang, bertanya siapa yang berani menggoda Layla duluan Dan sampai berbulan-bulan, ternyata hanya Yadi yang berani mendekatinya

Dan sekarang dia mendapatkan hasilnya, Yadi bisa merasakan tubuh montok Layla meski dalam situasi yang sangat menegangkan Tapi justru itu yang bikin nikmat, rasa deg-degan karena takut terpergok membuat mereka meresapi setiap detik tautan alat kelamin mereka

Memandang sekeliling, Layla memastikan kalau tidak ada lagi orang yang lewat Sambil terus menggoyang tubuhnya dari atas, ia semakin kencang menekan pinggulnya jauh ke bawah, membuat kontol Yadi jadi menusuk dan menancap lebih dalam

Mereka memekik bersamaan, cukup keras terdengar, tapi untung ada suara celoteh bebek-bebek yang menyamarkannya Layla membungkuk dan mengeluarkan tetek besar nya dari balik jubah, ia meminta Yadi untuk menghisapnya ”Ini kan yang kau inginkan?” tanyanya dengan kerlingan nakal

Tak menjawab, Yadi segera menyosor benda bulat itu Gerakan mulutnya secepat paruh para bebek yang lagi berebutan cacing Bedanya, kali ini puting Layla lah yang menjadi sasarannya Yadi mencucup dan menghisapnya dengan rakus Ia menjilatinya secara bergantian, dua-duanya ia garap secara adil, dari kiri ke kanan, lalu balik lagi lagi ke kiri Kalau sudah kelelahan, ia benamkan mukanya ke belahannya yang curam

”Auw!” Layla memekik kegelian menerimanya, tapi bukannya berhenti, ia malah meminta Yadi agar menggigit-gigit ringan putingnya Dengan senang hati, Yadipun melakukannya Dan Layla semakin kelojotan dibuatnya, ia terus menekan tubunnya sampai dirasakannya Yadi orgasme tak lama kemudian Sperma bocah itu berhamburan memenuhi lubang memeknya

”Budhe, aku keluar!” pekik bocah itu sambil meremas kuat-kuat tetek besar Layla

Layla terdiam, membiarkan Yadi menikmati puncak permainannya ”Dasar bocah, baru sebentar sudah keluar ” batinnya dalam hati Tapi Layla tak bisa menyalahkannya juga Siapa juga yang bisa tahan main lama dengannya? Jangankan Yadi yang masih bau kencur, dulu suaminya saja hanya sanggup bertahan lima menit

”Tubuhmu terlalu nikmat, Sayang!” begitu kata suaminya beralasan kalau Layla mendengus kecewa Dan sampai laki-laki itu meninggal, Layla tidak pernah merasakan indahnya orgasme Jadi dia maklum saja kalau Yadi yang baru pertama kali ini ngentot, jadi kelihatan cupu di depannya

”Kamu salah memilih sasaran, Di ” gumam Layla sambil membenahi pakaiannya Dia sudah mencabut penis Yadi dari belahan memeknya dan sekarang menyuruh bocah nakal itu untuk mencuci tubuhnya di sungai Layla menyusul tak lama kemudian Jongkok di tepi sungai, ia membasuh lubang kencingnya yang penuh oleh sperma Yadi

”Budhe, punyaku bangun lagi ” seru Yadi yang duduk di sebelahnya

Layla menoleh, dan mendapati kontol Yadi yang sudah tegang kembali ”Kenapa, kamu pengen lagi?” tanya Layla menggoda Dia memegangi penis itu dan kembali mengocoknya pelan

Yadi mengangguk malu-malu, ”Iya, Budhe ”

”Kan tadi sudah,” kilah Layla
”Tapi masih pengen,” rengek Yadi manja

”Besok lagi ya? Sekarang Budhe harus pulang, sudah siang ” Layla melepas kontol Yadi, membuat si bocah melenguh kecewa

”Besok? Disini? Seperti tadi? tanya Yadi penasaran

Layla tersenyum dan mengangguk Hatinya gembira, dia kini sudah punya ’teman’ yang bisa membantunya melepas birahi, meski itu adalah Yadi, anak tetangganya yang baru berusia tujuh belas tahun Tapi tak apa, biarpun masih kecil, tapi kontolnya sudah keras dan panjang Dan kalau dilatih dengan benar, dengan bimbingan Layla tentunya, sebentar lagi benda itu akan menjadi dewasa dan siap untuk digunakan sepenuhnya

“Gimana, Budhe?” tanya Yadi lagi, menagih janji Layla

Layla mengangguk “Iya, disini Tapi ingat, kamu harus jaga rahasia ini. Kalau sampai ada orang yang tahu, bisa-bisa kamu akan dibunuh orang Kamu nggak mau kan itu terjadi?” ancam Layla

Yadi mengangguk setuju

***

Esoknya, setelah mengikat kambing-kambingnya ke pohon terdekat, Yadi mendekati Layla yang sudah menunggu di dalam gubuk ”Pagi, Budhe?” sapanya ramah

Layla melirik celana bocah itu, tampak sudah ada sedikit tonjolan disana, Yadi rupanya sudah tak sabar ”Kok bawa kambing, kemana ayahmu?” tanya Layla basa-basi

Tidak menjawab, Yadi malah meloncat duduk di samping Layla dan langsung menjulurkan tangannya untuk meremas-remas tetek besar Layla yang tersembunyi di balik baju kurung ”Yadi kangen ini, Budhe ” kata bocah itu

Layla tersenyum dan tetap membiarkan Yadi melakukannya ”Budhe juga kangen ini?” balas Layla sambil mengelus-elus kontol Yadi dari luar celana Cukup lama mereka saling merangsang hingga ada beberapa orang ibu-ibu yang lewat di belakang gubuk

Layla segera berpura-pura menawari Yadi minum kopi ”Cepat minum, Di, sebelum keburu dingin!”

Yadi langsung menenggaknya, sama sekali tidak menyangka kalau kopi itu masih sangat panas Dia langsung mengaduh sambil jingkrak-jingkrak, lidahnya serasa terbakar Para ibu tertawa melihatnya, bahkan Layla juga ikutan tertawa Yadi jadi tersipu karena jadi bahan tertawaan Tapi untunglah, karena tingkahnya itu, jadi tidak ada yang curiga dengan apa yang baru saja ia lakukan bersama Layla

”Dapat kue apa, Di, dari Budhe Layla?” tanya salah seorang ibu Mereka rupanya hendak menuju sawah Haji karim yang hari ini dipanen

Yadipun menjawab sekenanya, ”Ini, ada singkong goreng Tapi masih belum boleh dimakan, nunggu dibuka dulu ”

ibu-ibu tertawa mendengarnya, setelah pamit pada Layla, mereka melanjutkan perjalanan Layla yang mengerti apa yang dimaksud oleh Yadi, langsung menjitak kepala bocah itu kuat-kuat

”Hati-hati kalau bicara, kan sudah Budhe peringatkan kemarin ” ancam Layla
”I-iya, Budhe ” sambil mengusap-usap kepalanya yang jadi benjol, Yadi menjawab takut-takut

Layla jadi kasihan melihatnya Setelah melihat sekeliling, memastikan kalau situasi aman, iapun berkata pada Yadi ”Udah… sini, sekarang kamu rebahan di pahaku Kepalamu di sini,” Layla menunjuk pangkal paha di bawah perutnya ”Kamu hisap tetek besar Budhe biar lidahmu jadi dingin lagi ” kata Layla, merujuk pada kekonyolan Yadi tadi

Mengangguk kesenengan, Yadipun merebahkan kepalanya di paha Layla, dinantikannya Layla yang sedang sibuk melepas kancing baju panjangnya Tersenyum, Layla mengeluarkan tetek besar nya dan memberikannya pada Yadi, ia menarik keluar dua-duanya, menyajikan pemandangan yang sangat indah di mata si bocah

Tak berkedip, Yadi segera mencium dan mengulumnya, ia hisap putingnya yang bulat runcing bergantian, kiri dan kanan Bagai bayi yang kehausan, mulutnya terus menempel di dada Layla Dengan jilbab lebarnya, Layla menyembunyikan kepala Yadi, membuat perbuatan mesum mereka jadi terasa aman

Di sisi lain, Layla juga tak mau tinggal diam, dia mulai mengelus-elus burung Yadi Tak puas dari luar celana, ia masukkan tangannya ke dalam celana si bocah Masih tak puas juga, akhirnya ia pelorotkan celana pendek Yadi ke bawah hingga kontolnya yang sudah menegang dahsyat terlontar keluar

Layla segera menangkap dan menggenggamnya, lalu dengan perlahan mulai dielusnya Sementara Yadi terus menghisap tetek besar nya secara bergantian, Layla mulai mengocok benda itu kuat-kuat, ia benar-benar gemas dengan kontol muda Yadi

”Ehm… ehss… enak, Budhe!” desis Yadi dengan mulut tetap menempel di puting Layla, sekarang benda itu sudah terlihat basah dan memerah karena air liurnya

Layla membalas dengan mengocok penis Yadi semakin cepat, dan saat ia sudah mulai tak tahan, cepat-cepat Layla menyingkap baju panjangnya dan berbaring telentang di papan Sedikit tak sabar, ia bimbing Yadi agar segera menindih tubuhnya

Gemas ditangkapnya burung bocah itu lalu cepat dimasukkannya ke dalam memek saat Yadi tampak kesulitan melakukannya Begitu sudah masuk, reflek Yadi segera memompa tubuhnya, membuat alat kelamin mereka sekali lagi saling mengisi dan menggesek

Mereka melenguh berbarengan, juga merintih bersama-sama, serta berkeringat berdua sampai akhirnya Yadi melepaskan spermanya tak lama kemudian Sama seperti kemarin, Layla juga belum apa-apa Ia baru merasa nikmat, tapi Yadi sudah keburu terkapar duluan Tapi lumayan, sudah sedikit lebih lama dari kemarin

Yadi segera mencabut penisnya dan duduk terengah-engah di samping Layla, ia melihat sekeliling sembari memperbaiki celananya

“Bagaimana, ada orang” tanya Layla yang masih tiduran Tangannya menarik kembali bajunya ke bawah hingga menutup ke mata kaki Untuk tetek besar nya, tetap ia biarkan terbuka karena Yadi masih mengusap-usap dan meremas-remasnya pelan Bocah itu tampak sangat menyukainya

Tidak menjawab, mata Yadi tetap awas melihat sekeliling Sementara tangannya juga tetap berada di atas gundukan tetek besar Layla, meremas-remas lembut disana sambil sesekali memijit dan menjepit putingnya yang bulat mungil

Merasa diperdayai, Layla segera bangkit dan duduk di samping Yadi Benar, sawah kelihatan sepi, sama sekali tidak ada orang Ia segera menjitak kepala bocah itu keras-keras, ”Dasar kamu, ya!” umpatnya karena sudah dibohongi

Yadi tertawa cengengesan sambil mengusap-usap kepalanya yang nyeri, sama sekali tidak kelihatan marah Malah dia mengajak Layla untuk pergi ke sungai membersihkan diri

Sejak itu, hubungan mereka menjadi semakin ’akrab’ Yadi setiap hari meminta jatah kepada Layla, dia sudah tidak malu-malu lagi melakukannya, sepertinya dia sudah ketagihan dengan tubuh molek ibu muda itu Layla yang melihatnya, jadi punya ide lain

Dengan senang hati ia memberikan tubuhnya pada Yadi dengan sedikit permintaan; disuruhnya Yadi ini dan itu, mulai dari menjaga bebek hingga mengangkat pakan ternak yang beratnya minta ampun Tapi Yadi tampak senang-senang saja melakukannya, yang penting ia dapat merasakan tubuh mulus Layla

Hubungan itu terus berjalan hingga tanpa terasa sudah memasuki bulan ketiga Yadi sudah semakin ahli dan pintar, beberapa kali ia bisa mengantar Layla menuju orgasmenya. Layla senang bukan main menerimanya, ia semakin sayang pada bocah itu Untuk jaga-jaga, Layla ikut KB Tiap hari ia minum pil agar tidak sampai hamil Hubungan ini tidak boleh sampai berakhir

Dan bukan hanya mereka berdua yang senang, orang tua Yadi juga ikut gembira karena anaknya diperlakukan dengan baik oleh Layla Mereka ikhlas saja melepas Yadi, bahkan menyuruh bocah itu agar tak segan membantu Layla bila ada kesulitan Misalnya seperti hari ini, saat Layla sibuk membuat telor asin, dengan senang hati orang tua Yadi mengijinkan anak mereka agar menginap di rumah Layla

”Biar bisa cepat selesai,” begitu kata ayahnya

Layla tersenyum dan mengucapkan terima kasih Di belakang, Yadi bersorak gembira karena tadi siang, Layla menjanjikannya sesuatu yang ’spesial’, dengan syarat dia mau tidur di rumahnya Yadi jadi tidak sabar menunggu, apakah sesuatu yang spesial itu?

Malam bergerak lamban bagi Yadi Sampai pukul 21 00, mereka masih mengerjakan pesanan telor asin yang tinggal sedikit lagi selesai Di luar, suasana cukup sepi Di Desa itu memang jarang yang keluar malam Kelelahan setelah bekerja seharian di ladang membuat banyak rumah yang sudah menutup pintu, bahkan tidak sedikit yang mematikan lampu Tak terkecuali kediaman Layla, bahkan anak dan orang tua Layla sudah pada tidur sejak sore tadi Hanya tinggal Yadi dan Layla yang masih melek di malam yang dingin itu

Yadi yang sudah tak sabar segera mencolek lengan Layla, ”Gimana, Budhe?” tanyanya konak

Layla membalas dengan mengusap pelan kontol Ade, benda itu terasa sudah mengeras dan menegang penuh ”Sabar, tinggal sedikit lagi ” bisiknya

Yadi memindahkan tangannya ke gundukan tetek besar Layla, membuat baju kurung yang dikenakan wanita itu jadi bernoda tanah saat dia mulai meremas-remas pelan disana Layla hanya mendesah, tapi tidak menolak Sambil terus membuat telor asin, dia membiarkan tangan Yadi tetap berkreasi

Sekarang bocah itu malah sudah memasukkan jari-jemarinya ke sela kancing baju Layla, menyentuh gundukan payudara nya secara langsung dan memilin-milin putingnya yang sudah mulai terasa sedikit mengeras Layla sadar, Yadi sudah benar-benar pengen, nafsu bocah itu sudah tidak dapat ditangguhkan lagi

Meletakkan telornya yang tinggal sekeranjang lagi, Layla segera mengajak Yadi untuk mencuci tangan ke sumur belakang Setelah itu ia segera menuntun si bocah masuk ke dalam kamarnya Saat melewati dapur, Layla mengambil sedikit minyak goreng, ditaruhnya di dalam sebuah mangkok kecil

”Buat apa, Budhe?” tanya Yadi penasaran
“Ini yang kubilang spesial kemarin,” sahut Layla
”Budhe mau menggoreng ikan di kamar?” tanya Yadi polos

Tawa Layla meledak mendengarnya, ”Sudah, kamu diam saja ”

Mereka masuk ke kamar dan Layla segera mengunci pintunya Dua anaknya sudah tidur di kamar yang lain, sedang yang terkecil lebih sering tidur bersama neneknya Layla tidur sendiri di kamar ini Tapi tidak malam ini, sekarang ia ditemani Yadi, yang sudah ditelanjanginya sampai bugil dan disuruhnya berbaring di atas ranjang Layla sudah melapisi spreinya dengan plastik putih tipis transaparan

”Panas, Budhe ” Yadi mengomentari alas tidurnya yang aneh

Layla tersenyum saja, tapi tidak menjawab Ia mulai mencopoti seluruh bajunya hingga tak lama kemudian sudah sama-sama bugil Kontol Yadi tampak semakin menegang dahsyat melihat tubuh montok Layla yang tersaji indah di depannya Inilah untuk pertama kalinya ia melihat tubuh Budhenya secara utuh, dalam jarak yang begitu dekat, tanpa perlu harus mengintip seperti yang dilakukannya dulu

Tetap tersenyum, Layla segera berjalan mendekat sambil membawa mangkok berisi minyak goreng Ia duduk di samping Yadi Dibiarkannya tangan Yadi yang nakal mulai merambat untuk mengelus-elus seluruh tubuhnya ”Kamu suka tubuh Budhe?” tanya Layla memancing sambil tangannya mulai melumuri burung Yadi memakai minyak goreng Yadi tentu saja langsung tersentak dibuatnya

”Ehm… suka banget, Budhe! Uughh… enak!” rintihnya saat Layla mulai mengocok kontolnya pelan

Layla kembali mengucurkan minyaknya, kali ini giliran perut dan dada Yadi yang menjadi sasaran Dengan menggunakan gundukan tetek besar nya, Layla kemudian menunduk untuk meratakannya Yadi tentu saja langsung terkejang-kejang dipijit-pijit seperti itu Apalagi saat Layla mulai menindih tubuhnya, dan secara perlahan memasukkan penisnya yang sudah menegang dahsyat ke dalam lubang memeknya… ugh, nyawa Yadi bagai terbang ke langit ke tujuh merasakannya!

Tapi baru saja ia menggoyang, kira-kira masih sepuluh tusukan, tiba-tiba Layla berhenti menggerakkan pinggulnya, membuat kontol Yadi yang baru merasa nikmat jadi ngaceng tanggung ”Budhe, kok berhenti?” tanya Yadi kecewa

Layla tersenyum penuh arti, ”Kamu suka, enak tidak?” tanya Layla nakal

Yadi mengangguk cepat, ”Enak banget, Budhe Ayo goyang lagi!” pintanya

Layla menggeleng ”Ada lagi yang lebih enak, kamu pasti suka!” sambil berkata, dia turun dari tubuh Yadi, membuat si bocah makin mendengus kesal karena merasa dipermainkan

”Apaan, Budhe? Ayo cepetan!” seru Yadi tak sabar, rasanya dia tega untuk memperkosa Layla kalau wanita itu terus menggodanya seperti ini

Tidak menjawab, Layla mengambil minyak goreng lalu mulai melumuri lubang pantatnya sendiri Setelah dirasa cukup merata, dia kemudian membungkuk di depan Yadi, mempertontonkan lubang pantatnya yang tampak licin dan mengkilat Yadi yang tidak mengerti apa yang diinginkan oleh Layla, segera menyerbu dari belakang dan menusukkan batang kontolnya ke lubang memek si ibu muda

”Bukan yang itu, Di ” Layla cepat mendorong tubuh Yadi ke belakang ”Tapi yang ini!” dia menunjuk lubang anusnya

Yadi celingukan, ”Apa cukup, Budhe?” tanyanya sambil membandingkan ukuran penisnya dengan lubang itu

”Lakukan saja, nanti aku tuntun,” kata Layla tak sabar Dia kembali menungging saat Yadi mulai berlutut di belakangnya Cepat ditangkapnya burung bocah itu lalu ia tempelkan ujungnya yang tumpul ke lubang pantatnya “Ayo tusuk, Di Tekan yang kuat,” Layla memberi perintah

Yadi mengikuti, ia tekan kontolnya kuat-kuat hingga menembus lubang sempit itu Ia merasakan bagaimana cengkeraman lubang anus Layla bagai mencekik burungnya, tapi tetap berusaha ia tahan karena di sisi lain ia juga merasa nikmat karenanya Yadi merasa kontolnya bagai diremas-remas dan dielus-elus ringan oleh lorong anus Layla

“Ayo goyang, Di,” bisik Layla saat rasa kebas di pantatnya sudah mulai hilang

Yadi melakukannya, ia mulai menggoyang pinggulnya perlahan hingga batang penisnya yang besar bergerak keluar-masuk dengan pelan di dalam lubang sempit Layla ”Eghs… Terus, Di… ughh… enak!” desah Layla keenakan Mereka terus berada dalam posisi seperti itu hingga beberapa menit lamanya

Sambil menggoyang, Yadi menggapai tetek besar Layla yang menggantung indah di depannya untuk digunakannya sebagai pegangan Putingnya yang mungil ia pilin-pilin kuat saat penisnya keluar-masuk semakin cepat di pantat perempuan cantik itu

”Ough… enak, Di! Terus! Tusuk yang dalam! Ahh…” Layla menggeleng-gelengkan kepala, merasa sangat nikmat sekali Sudah lama ia tidak merasakan yang seperti ini, terakhir dengan suaminya beberapa tahun yang lalu, itupun tidak lama karena sang suami lebih suka mencoblos liang memeknya daripada lubang pantatnya Dengan Yadi, Layla jadi bisa menyalurkan fantasinya yang tertunda

”Arghhh… Yadi… aku… oughhh…” tak sanggup meneruskan kata-katanya, Layla meledak tak lama kemudian Ia orgasme, air cintanya tumpah ruah membasahi plastik bening di atas sprei

Yadi sedikit kaget dibuatnya, ia sempat menghentikan goyangannya sebentar untuk mengintip apa yang terjadi Saat tahu kalau Layla baik-baik saja, bahkan wanita itu terlihat puas dan bahagia sekali, barulah Yadi meneruskan genjotannya, bahkan kali ini menjadi lebih cepat karena ia juga merasa tidak tahan lagi Jepitan anus Layla yang sangat ketat dan kuat mustahil untuk dilawan

”Arghhhh… Budhe!” menjerit tak kalah keras, Yadi memeluk kuat tubuh montok Layla dan menusukkan penisnya sedalam mungkin ke lubang dubur perempuan cantik itu, disana ia melepaskan semua spermanya berkali-kali

Layla si tetek besar tersenyum, semua pelajarannya untuk mendewasakan Yadi kini tuntas sudah Anak itu sudah resmi menjadi lelaki dewasa Dipeluknya tubuh kurus Yadi yang ambruk kelelahan di atas ranjang, ditunggunya hingga Yadi siap untuk ronde yang kedua.

Malam ini adalah malam spesial, mereka tidak boleh tidur! Yadi harus meremas tetek besar milik janda muda itu END

One thought on “Janda Binal Yang Gatal

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *