Cersex Ngentot Mahasiswi Magang Yang Seksi

Bersetubuh Dengan Mahasiswi Magang

Posted on

Cersex Ngentot Mahasiswi Magang Yang Seksi,Cerita Sex Mahasiswi Terbaru,Cerita Mesum Dengan Mahasiswi Magang,Mahasiswi Toge Dientot,Cerita Dewasa Mahasiswi

Cersex Ngentot Mahasiswi Magang Yang Seksi

Cerita Seks Mahasiswi – Kami menjadi dekat setelah dikenalkan oleh seorang saudaraku. Awal smsan hanya membahas hal – hal biasa saja. Semakin lama kami semakin dekat. Semula Ita tidak pernah mau untuk membahas hal – hal yang berbau porno. Alasannya tidak baik; belum boleh; tidak ada gunanya dll. Akupun mengurangi frekuensi sms tersebut. Tapi akhirnya ia menyerah setelah aku mengemukakan pendapatku, tetapi Ita meminta masih dalam kategori ringan. Setelah hubungan kami berjalan beberapa bulan, Ita – pun sudah memberanikan diri membalas smsku yang dulu ia membencinya.

WarungMesum

Aku maklum jika semula Ita tidak mau membahas hal – hal pornografi, karena ia tidak pernah membahas dan melakukan sewaktu dengan pacar – pacarnya dahulu. Bahkan berciuman pun Ita tidak mengijinkan. Kami telah beberapa kali berciuman tetapi kulihat Ita masih bisa menahan diri. Sore itu aku menjemputnya. Kebetulan rumah sedang kosong. Tidak ada niat sebelumnya untuk ber – hohohihe. Saat itu kami sedang di salah satu mall dekat rumah. Ita ingat bahwa rumahku dekat dengan mall tersebut. Ia mengajakku untuk sekedar lewat depan rumahku.

Kami – pun sampai di depan rumahku. Aku menawarinya untuk sekaligus melihat – lihat keadaan dalam rumahku dan Ita tidak berkeberatan. Aku membuatkan es teh kesukaannya sementara Ita memandangi foto – foto keluarga di dinding. Kami mengobrol ini itu. Sesekali aku berhasil mengajaknya tertawa. Aku mendekati Ita yang duduk terpisah. Kupandangi matanya. Aku memegang dagunya, kucium lembut bibirnya. Ita membalas tetapi masih wajar. Iseng kumasukkan lidah dan kudesakkan ke langit – langit mulutnya. Ita membalas yang sama. Lambat laun nafasnya makin memburu. Kepalaku dipegang kuat, sesekali di dua pipiku. Ita ternyata murid yang dapat menyerap pelajaran dengan cepat.

Tak kuduga telapak kiriku ditarik ke dada kanannya. Ita membuka mata saat aku menahannya yang tinggal sedikit lagi menyentuh dadanya. “Nggak pa2 Mas..aku kan yg minta..”, sambil tersenyum.

“Bener gak pa2..”, tanyaku.

Ita tidak menjawab tapi menarik telapak kiriku yang beberapa saat tergantung di udara. Ita menatap mataku dalam – dalam saat dadanya untuk pertama kalinya disentuh oleh lawan jenisnya. Aku hanya menyentuh dada kanannya tetapi Ita yang malah meremasnya seakan merestui aku untuk melakukannya sendiri. Ita melepas tangan kanannya dan meninggalkan telapak kiriku di dada kanannya. Aku meremasnya lembut dan pelan – pelan. Kepalaku ditariknya dan bibirnya ganas menciumiku. Aku meningkatkan tekanan dan kecepatan remasanku. Telapak kananku ditariknya pula. Akhirnya dua telapak tanganku berada di dua susunya. Aku meremas kadang pelan kadang kuat.

Terbersit keinginan untuk menyentuh kelaminnya walau dari celana kainnya. Tetapi masih kutahan, karena mungkin ada beberapa tindakan yang akan dilakukannya jika ia menolaknya. Yang paling parah Ita marah besar dan memutuNamaku Jacky, saat ini aku bekerja di sebuah perusahaan ternama yang berada di Bandung, dan posisi menjabat sebagai Seorang Manager. dan saat itu aku ketemu dengan wanita yang sangat cantik, kulitnya putih serta dengan wajah yang rupawan, dirinya ada Mahasiswi yang lagi magang  di kantorku ternyata. Sayangnya aku tidak terlalu banyak tau tentang Kuliah apa yang dia ambil, tetapi saat ini dia bekerja sebagai Sekertaris dikantor ku saat ini.

Di kartu tanda pengenalnya yang tertempel di sebelah dada nya aku bisa sedikit membacanya, dan yang terlihat oleh ku namanya adalah Bintang. kembali lagi aku memperhatikan lekuk tubuh indahnya yang berwarna putih bersih seperti wanita korea saja.

Dan lalu, tubuhnya yang langsing kayak seperti gitar Spanyol serba indah bentuk lekukan tubuhnya. ditambah lagi dengan penampilannya yang sangat menarik dan juga pastinya menjadi pusat perhatian semua cowok yang ada di kantor kami bekerja, dan pastinya menjadi angin segar bagi lelaki yang gila wanita.

Seiring berjalannya waktu Bintang datang pun keruangan kerjaku untuk meminta tanganku, pas dia mengetuk pintu ruangan kerjaku dan tiba2 aku pun langsung terpesona oleh keindahan ciptaanmu tuhan, aku melihat penampilannya yang seksi dan sangat menggoda, ditambah dengan payudarannya yang nongol dari baju yang dia gunakan saat itu.

“Maaf pak, saya mau minta tangan untuk beberapa dokumen yang harus di tandatanganin,” katanya sambil menyerahkan berkas2 penting itu kepadaku. dan sepintas langsung tercium wangi badannya yang begitu membuat menjadi bernafsu ingin memilikinya.

Oke silahkan duduk dulu” balasku dengan wajah yang bijaksana sebagai atasannya.

Dan saat aku membaca beberapa dokumen yang di berikannya, sesekali aku mencuri pandang melihat dirinya tanpa sepengatahuan darinya, dan sambil melihat payudaranya yang menonjol kedepan itu. dan aku mencoba basa basi kepadanya, “kamu lumayan cantik juga ya Bintang… tapi baju yang kamu kenakan kok  seperti yang kamu kenakan kemaren ya” tanyaku.

“Hmm.. ya gpp kan pak, aku suka aja memakai baju ini karena kelihatan mecing aja pak, kenapa emangnya pak??” tanya nya kepadaku.

“Gpp sih aku jugak sukak liat kamu pakai baju itu, kelihatan seksi dan seprti model saja” ujarku sambil merayunya.

“Aahh bapak bisa aja…” balas Bintang sambil tersenyum tersipu malu.

“Oya Bintang nya udah punya pacar apa belum…?” tanyaku kembali pada nya.

“Sudah pak..” balasnya dengan singkat.

Aku sangat cukup kecewa dengan pengakuannnya itu, tapi aku tetap harus berusaha memancingnya dengan bicara tentang apa saja yang membaut kami menjadi boring. dan setelag aku selesai menandatanganin semua dokumen2 penting itu, ia pun pamit untuk keluar dari ruanganku., dan ini pendekatan pertamaku kepadanya.

Dan selama kami dikantor pun aku malah sering mengajaknya bercanda supayaa aku bisa membuat dirinya nyaman ada di dekatku, dan atas saranku pula aku menyuruh memanggil namaku dengan sebutan mas saja jangan bapak. ya mklum saja la umurku belum terlalu tua untuk dipanggil bapak, dan dengan demikian pun hubungan kami semakin akrab saja dikantor, terkadang di sela bercandaan kami aku sering mencolek2 tubunnya yang seksi itu.

Hampir setiap waktu selang aku mengamati semua aktifitsnya tanpa iya ketahui, hingga aku mengetahuinya kalau dia aktif di sosmed, semacam FACEBOOK dan yang lain2. disela2 kesibukan nya itu dia sering Update status, dan sepanjangn hari dia selalu online ini ciri khas kesibukannya yang baru aku tau.

Dan tiba2 muncul ide gila ku untuk ADD akun FB nya itu, dan tanpa disangka dia menerima pertemaanaku, lalu tahap berikutnya aku sering chat dia ketika kami sudah pulang dari kantor. dan terus berjalan nya waktu, setelah 1 bulan aku mengenal nya, diriku merasa sudah mulai dekat dengan dirinya, dan tanpa menunggu aba2 lagi dan dengan gaya kepedeanku, aku tanyak kepribadiannya yang lebih dalam lagi, sengaja aku korek pelan2 bahasan obrolan kami dari chat, dengan cerita tentang masalah percintaannya.

Dan tak disangka dan diluar duguanku, iya menceritakan semua kisah percintaaannya denganku dan keluarlah langsung pikiran jahat ku untuk bisa mendapatkan kepuasan dari dirinya. dan dia malah bercerita kalau dia juga wanita yang normal jugak dan pengen di belai kasih sayang oleh seorang pria. mendengar dari ucapannya pun aku semakin ingin tahu tipe cowok apa yang iya mau.

Dan akhirnya pada suatu malam aku memberanikan diri untuk mengajaknya makan malam di sebuah cafe, dan sambil menanyakan tipe cowok yang iya inginkan. singkat cerita waktu kami makan malam, rupanya dia sudah mulai menyukai ku dan mengagumiku sebagai cowok idamannya, aku pun tidak bisa ngomong apa2, hanya kaget saja diriku mendengar ucapannya itu.

Ya pastinya aku senang banget dan gak bisa di bilang dengan kata2 pokoknya. tanpa basa basi aku langsung saja memeluknya di keramaian cafe itu,

” Aduuhh…mas…mas… jangan aku malu” ucapnya

Dan aku pun malah menjadi malu juga dengan ucapannya, dan langsung muka ku memerah dengan tiba2. dan setelah kami berdua kami selesai makan, aku berbisik kepada Bintang ingin mengajaknya kencan di sebuah Hotel yang tidak jauh dari Cafe tersebut. dengan rayuan dan kata2 manisku akhirnya pun aku sangat kaget sewaktu iya menganggukan kepala nya pertanda kalau setuju dengan ajakanku.

Seerr…!! jantungku tiba2 bertedak kencang, senang banget rasanya malam itu, akhirnya dalam waktu beberapa bulan saja aku sudah bisa mendapatkan dan menikmati tubuhnya yang seksi itu, dan setelah kami diperjalan sekitar 20 menit, sampailah kami disebuah hotel. dan sampai lah kami didalam kamar hotel tersebut.

Aku juga tidak mau terburu2 ingin langsung bercinta dengannya, aku mengajaknya untuk berbincang2 dulu di kasur, dan aku akan berjanji kepada nya ini menjadi rahasia kami berdua saja mendengar ucapan dan rayuan2ku, Bintang tiba2 langsung menciumi bibirku.  Lumауаn lаmа kаmi сiроkаn, аgаr aku dan Bintang bisa mеnуimbаngi ѕuаѕаnа romantis yang kami ciptakan,  аku pun mеnggеrаkkаn tаngаnku kе рауudаrаnуа dan tanpa disangka sangka aku mеndараt ѕinуаl OKE, аku pun jugа langsung mеrеmаѕ-rеmаѕ рауudаrаnуа dеngаn liаr.

Tangan ku pun tidak tinggal diam begitu saja dan dengan sendirinya tiba2 pindah ke bagian rok  mininya itu yang sangat gampang bisa langsung untuk megang celana dalam nya yang bertipe G-string.  Aku kaget dan dalam hari bicara, sungguh sangat binal ni cewek ternyata di selangkangan Bintang terasa sangat tebal dan Tembem, di hiasi bulu2 jembutnya yang tipis dan halus pertanda kalau dia sangat menjaga Vagina nya itu.

Dan tak lam kemudian pun aku membuka reseliting celana ku dan memperlihatkan kepada Bintang batang penis ku yang sudah mengeras dari tadi.

“Ihh… kok gede banget mass” Bintang terkejut.

Aku pun meminta Bintang untuk megulum batang kontolku ini.

“Oouuchh…aarrgghh…” dеѕаhku saaty Bintang mеngulum аbiѕ bаtаng kontolku di mulutnуа.

“Ooohhh..ehhmm…teruuss…lagi sayang” aku memandunya yang sedang mengulum batang kontolku itu., desahanku pun semakin keras ketika Bintang menggigit ujung dari kontolku.

“Oouucchh…aarrgghh…” suara desahanku. dan kini gantian aku pula yang memuaskan Bintang, aku lanngsung membaringakan tubuh indahnya diatas kasur dengan posisi yang tubuhku diatasnya, dan sambil mengarahkan batang kontolku kedalam Vagina nya, mata Bintang pun terpejam menahan batang kontolku yang masuk pelan2 kedalam Vagina nya.

“Hmmmm… ” ѕuаrа Bintang menahan batang kontolku

“Pelan2 ya sayang” katanya

“Santai saja sayang, jangan terlalu tegang” ucapanku mencoba meyakinkan Bintang kalau geselan dari Kontolku tidak akan melukai lubang Vagina nya.

Kеmudiаn аku pun mulаi mеndоrоng kераlа kontolku kе dаlаm lubаng vаginаnуа уаng tеmbеm itu, wаlаuрun batang kontolku bеѕаr tеtар ѕаjа biѕа mаѕuk kаrеnа vаginаnуа Rani ѕudаh bаѕаh aku lihatsambil menggoyangkan dan membuka lebar2 selangkangan nya Bintang. Aku ingin menjaga gairah Bintang dan aku remas2 kembali payudaranya yang sangat bulat dan sudah mengeras.

Sorot kedua mata Bintang merem melek pertanda kalau gairahnya sudah semakin memuncak.

“Tahan ya sayang” ucapku mengamati wajah nya Bintang.

Kami pun bersatu dalam birahi seks yang kami lakukan yang sekarang penuh keringat dan saling berlomba menuju puncak klimaks.

“Pookk…poookkk…pookkk.. suara goyangan kami berdua.

“Aduuhh enak Sayangg…” suaranya Bintang keluar tiba2

Sеtеlаh mеlеwаti permainan seks kami yang раnjаng bеrаdu оrgаn intim аku ѕаmраi di ujung klimаkѕ.

“Hmmmm… Ouuucchhh… Aku mаu kеluаr nih sayaangg… ” uсарku

“Crоооооt…Crooortt…Crooottt ” ѕеmрrоtаnku раnjаng yang sudah mеmbаnjiri dаlаm mеmеknуа Bntang. aku sengaja mengeluarkan di dalam Vaginanya Bintang kаrеnа аku ingin nitiр bеnih kераdа dirinуа уаng ѕuаtu ѕааt biѕа аku nikаhi kаlаu diа mаu kераdаku.

Bеgitu bаnуаk Sperma ku  уаng аku keluarkan di dаlаm mеmеknуа itu sampai реjuku mеngаlir kеluаr kе bаgiаn bibir vаginаnуа Bintang.

Hmmmm….sayaanggg… Mаntар !!! uсарku kераdа Bintangi dаn diа hаnуа tеrѕеnуum mаniѕ mеlihаt wаjаhku уаng ѕudаh mеrаѕа рuаѕ atas permaiann kami tadi.

Sеtеlаh ѕеmрrоtаnku pun bеrhеnti, аku mеnаrik kеluаr bаtаng kontolku itu. Aku bеri diа tiѕu agar bisa mеmbеrѕihkаn vаginаnуа уаng sudah ѕеmрit itu.

“Saayang kamu bener2 sangat nikmat” ucapku sambil merayu Bintang.

“Kamu juga sayang, Sаmраi аku hеngар-hеngараn tаhаn gоуаngаnmu” bаlаѕnуа

Dan Kаmi tеrlеntаng di аtаѕ kаѕur, ѕеkitаr 40 mеnitаn lаmаnуа. kami kembali mengоbrоl… Cаndа tаwа… Sаling реgаng2an… Melihat wаjаh… itu уаng kаmi lаkukаn waktu tiduran berdua. “Tеrimа kаѕih уа ѕауаngku Bintang, ini mеnjаdi реngаlаmаn indаhku  bersamamu” uсарku mеngаkhiri реrmаinаn mаlаm itu.

Dаn kаmi pun mandi berdua sesudah itu kami mеmаkаi bаju kami mаѕing-mаѕing untuk реrgi pulang kе rumаh, ѕеlаng di реrjаlаnаn аku mеmbеri hаdiаh kераdа Bintang dеngаn сiumаn di kеningnуа dan aku bilang kepadanya kalau aku mencintainya, dan tanpa aku sangka2 dia menerimaku menjadi kekasihnya, rupanya sebelum kami ke hotel dia sudah putus dengan pacarnya. dan setelah selesai kuliah Bintang aku melamarnya menjadi istriku dan kami menikah dan hidup bahagia.s hubungan kami. Tapi setan dalam hal ini selalu mesti menang. Kuberanikan diri. Telapak kananku kudekatkan pelan – pelan ke bagian tengah celananya. Kusentuh tepat di tengahnya. Ita tidak protes dan marah sedikitpun. Kutekan dan kugosok – gosok pelan – pelan dulu. Tangan kiriku masih di dada kanannya. Sesekali tangan kananku diremasnya. Nafas Ita semakin terengah –engah. Kepalang tanggung,

“Yank..pindah tempat yuk..”.

“Ke mana Mas…”. Aku menggandengnya menuju sofa di pojok ruangan.

Setengah badannya kubaringkan. Kembali kuserang dengan ciuman – ciumanku. Tangan kananku di dada kirinya, sedang yang kiri menggosok – gosok bagian tengah celananya. Lengan kananku kadang diremas kuat. Tangan kirinya kuletakkan di paha kiriku dan kubiarkan melihat reaksinya, dan Ita meremas – remasnya. Aku hentikan aktifitas meremas susunya, “Yank..boleh…”. Sengaja kugantung kalimatku saat Ita membuka matanya dan melihat kaosnya akan kubuka. “Jangan Mas..masukin aja tanganmu..”. Maka kumasukkan tangan kananku ke dalam kaosnya. Terasa sudah mengeras dadanya. “Ooofffssttt..”, lenguhannya keluar saat tangan kananku mengenai susu kirinya. Kuremas lembut. Paha kiriku makin kuat dicengkeram ketika bh – nya kuturunkan dan pentil kirinya kumainkan.

Aku mendekatkan paha kiriku ke tangan kirinya. Tangan kiriku meletakkan tangan kirinya di bagian celanaku yang sudah menonjol dari tadi. Beberapa detik tidak ada reaksi. Antara takut dan malu Ita mulai mengusap dan sesekali meremas kelaminku dari celana luarku. Aku buka kait bh – nya..tess. Ita tidak memprotesnya malah retsluiting celanaku diturunkannya. Kontan aku menarik dua tanganku dan menurunkan celana jeansku. Aku buka kaos dan bh – nya. Ita hanya memandangiku. Kukecup pentil kirinya dan kuputar – putar dengan lidahku. Ita mendesis dan mengusap – usap kepalaku. Kulanjutkan dengan menggigit dan menyedotnya, bergantian kiri dan kanan. Kadang yang kanan aku sedot, yang kiri aku remas – remas.

Tangan kirinya yang ada di cd – ku makin kuat meremas dan mengusap. “Masukin aja tanganmu Yank..”, aku memintanya. Perlahan tangan kirinya memasuki cd – ku. Diusap dan sesekali diremasnya penisku. Sejenak aku berdiri lalu kuturunkan cd – ku. Kini bagian bawah tubuhku telah bugil. Ita yang untuk pertama kalinya melihat alat kelamin pria dewasa, sejenak mengamatinya. Kami menghentikan aktifitas seksual beberapa menit karena Ita banyak bertanya ini dan itu tentang penis dan vagina. Aku disuruhnya duduk sementara Ita duduk di lantai sambil memegangi penisku. Dikocoknya pelan – pelan sesekali diremas kuat. Tiba – tiba bibirnya mendekati penis dan mengecupnya. Dua detik kemudian penisku telah memasuki mulutnya. “Yank..oohh..nggak usah..kamu kan belum pernah..”. Ita tidak menjawab, asyik mengemut dan mengocok penis yang berada di mulutnya. Karena Ita sendiri yang berkemauan maka aku juga tidak menyuruhnya untuk berhenti. Aku usap – usap rambut dan pipinya.

“Udahan yuk..tapi pindah ke kamar..mau yank..??”, aku memberanikan diri. “Terserah Mas aja..”. “Kalo nggak ya gak pa2..”. “Nggak pa2 Mas..”. Kami mengenakan pakaian kembali walau hanya sekenanya. Sesampai di kamar, aku menggelar karpet tebal dan menata bantal. Kuajak Ita duduk lalu kuciumi lagi. Belakang kepalaku langsung dipegangnya saat lidahnya memasuki mulutku. Dua tangannya membuka celana jeansku dan menurunkan cdnya sekalian. Aku tak mau kalah. Kaosnya kubuka dan meremas – remas dua susunya, karena bh – nya tidak dipakai. Penisku dikocoknya dengan semangat. Kaosku dibuka dan dua pentilku diperlakukan seperti aku memperlakukan pentil – pentilnya. aku direbahkan di karpet dengan bantal di kepalaku. Lidahnya menari – nari di dada sedang tangan kanannya mengocok penisku. Sekarang lidahnya turun ke pusar terus ke penis.

Bagaikan sedang menjilat dan mengemut es krim, Ita melakukannya pada penisku. Nafasnya bagai mendaki bukit. Matanya semakin sayu. Aku bangun dan kubaringkan di karpet dengan bantal menyangga kepalanya. Kuciumi bibir; mata; pipi; leher lalu turun ke bawah. Kugigit dan kusedot dua pentilnya. Jari jemari kananku mengusap – usap dan menekan vagina yang masih terbungkus celana kain. Tangan kirinya langsung meremas dan ikut menekankan di kelaminnya. Perlahan kumasukkan tangan kananku ke balik celananya. Terasa rambut keriting dan kuperkirakan hanya sedikit. Tersentuh juga garis tengah vaginanya yang telah basah. Sedikit terangkat tubuhnya, “oouughhh..Masss..”. kulanjutkan dengan menekannya lembut dan mengusap – usapnya. Aku masih belum berani membuka celananya. Tekanan itu tak bisa kutahan. Pelan aku turunkan celananya. Ita memandangku, “Kenapa dibuka Mas..”. Aku tak menjawabnya. Ita mengangkat sedikit tubuh bawahnya.

“Yank..mo ngrasain gimana orgasme itu..?”. “Gimana caranya..g dimasukin kan Mas..?”. Aku tersenyum dan menggelengkan kepala. Kurebahkan tubuhku pelan di atas tubuhnya. Aku cium lembut bibirnya saat kugerakkan pelan tubuh bawahku. Dadaku menekan lembut dua gunung kembarnya. Aku posisikan tepat penisku di vagina yang masih terbungkus cd. Secara santai aku maju mundurkan dan kutekan – tekan penisku. Dua tangannya meremas pelan pantatku. Semakin lama intensitas kecepatan kutingkatkan. Nafas Ita sudah ngos – ngosan. Bibirku diciumnya kuat. Aku pegang dua pahanya dan kuminta dijepitkan di pinggangku. Aku gigit dan remas – remas dua susunya. Sempat aku lirik jam dinding, sudah 10 menit sejak kami duduk di karpet.

Tak berapa lama, “Yannnkkk…oohhh..ohhhsssttt..”, tangan kirinya menekan pantatku sedang yang kanan mencengkeram punggungku dan dua pahanya menjepit erat pinggangku. Punggung dan kepalaku diusap – usapnya. “Kenapa Yank..kamu keluar..?”. “Nggak tau Mas..rasanya enak dan enteng..”. Ita rupanya belum pernah merasakan dan tahu yang namanya orgasme. Aku cium bibirnya dan kuusap – usap pipinya. “Iya..itu namanya orgasme. Enak ya..aku ikut seneng”. Kami berpelukan mesra setelah aku berguling disampingnya. Kami lalu berbincang dan tertawa, seakan tak ada rintangan di depan nanti. Tangan kirinya menuju penis dan menggenggamnya. “Kok kecil Mas..”, sambil memainkannya. “Udah gak ada rangsangan..makanya mengecil”. “Ooo..jadi harus ada rangsangan baru membesar dan panjang kayak tadi..”.

Kemudian penisku diremas – remas lembut dan diusap – usapnya. Lalu dikecup dan diemut. Tak menunggu lama, senjata kebanggaanku sedikit demi sedikit mulai berdiri. Ita makin semangat melumatnya. Dua telurku tak luput digigit pelan. “Yank..mo orgasme lagi..?”. Ita memandangku, “mau Mas..”. “Wah..jadi doyan ya sekarang..”, aku menggodanya sambil nyengir. Penisku diremasnya kuat, “yang ngajarin siapa lho..”. “Aduhh..sakit Yank..”, aku meringis sedikit. Ita merebahkan tubuh di atasku. Ia langsung menggerak – gerakkan tubuh bawahnya. Bibirku dilumat habis. Aku mengimbangi dengan mengusap – usap punggungnya dan meremas – remas pantatnya.

Kumaju mundurkan pantatnya kadang cepat kadang pelan, dan kusisipi dengan kutekan – tekankan ke penisku. Matanya kian lama kian meredup. Kepalang basah, aku bangun dan ganti kurebahkan ia. Kuturunkan cd – nya cepat. “Kok dibuka cd – ku Mas..”. “Kalo nggak mau gak pa2 kok Yank..”, aku membela diri. “Nggak pa2 wis Mas..”. Aku ambil lulur tubuh dan kubalurkan di penis. “Buat apa Mas..nggak panas tha..”. “Katanya mo orgasme lagi..sekarang nikmati aja ya..”.

Kuletakkan penis tepat di tengah vagina, sedikit di atas. “Jangan dimasukkin lho Mas..”. “Nggak Yank..”. lalu aku menurunkan tubuh. Penisku dan vaginanya terasa licin karena lulur. Membuat gerakan dan gesekan menjadi lebih leluasa. “Enak Yank..?” “Enak Mas..licin dan anget2 gimana..”, Ita tersenyum. Kami berciuman lagi. Susu kanannya disodorkan ke bibirku yang langsung menyambutnya dengan menyedotnya. Dalam 10 menit ke depan nafas kami saling berlomba. Pinggangku dipeluk erat oleh dua pahanya. Aku menahan tubuh dengan meletakkan dua siku di sisi kiri dan kanannya. Terasa makin hangat vaginanya. Penisku meluncur di garis tengah vaginanya dengan lancar. Aku bangun dan untuk sesaat kutekan penis tepat di lubang vaginanya. Ita meringis, “sakit Mass..”. Aku menciumnya, “cma ngetes Yank..”.

Kupegang erat dua pahanya ke atas. Aku gesek – gesekkan penis dengan cepat. Ita semakin terengah – engah. “Maasss..ooofffsssttt..”, dua tanganku yang sedang memegang paha kiri dan kanannya dicengkeramnya kuat. Penisku dijepit erat oleh dua pahanya. Aku menundukkan tubuh, kami berciuman cepat. Tak berapa lama,” Yankkk..emmpphhh..”. Penisku memancarkan air kenikmatan ke perutnya. Aku menciumnya dalam dan lama. Kuusap cepat dengan kaosku karena hampir menyusuri pinggangnya menuju karpet. Kami berpelukan lama dan saling mengusap rambut. “Makasih ya Mas..”. “Aku yang makasih..”. Lalu aku menyuruhnya untuk segera membersihkan diri di kamar mandi, karena hari sudah malam. Selama dalam perjalanan pulang Ita diam saja, ternyata begitu sampai rumahnya ia terbangun. “Ngantuk Mas..capek..”, begitu alasannya. Maafkan aku Yank, sudah mengajari yang seharusnya tidak boleh padamu. kan kujaga hingga kelak kita menikah nanti…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *